Warung Bebas

Sabtu, 14 Juli 2012

Definisi Gangguan Emosi dan Tingkah Laku

Menurut CCBD (Council for Children with Behavioral Disorders), gangguan emosi dan tingkah laku adalah ketidakmampuan yang ditandai dengan merespon perilaku dan emosional dalam program-program pembelajaran sangat tidak sesuai dengan usia, budaya atau norma-norma etnis yang berdampak buruk secara nyata pada pendidikannya. Pendidikan disini meliputi kemampuan akademis sosial, keterampilan dan kepribadian.

Definisi Gangguan Emosi dan Tingkah Laku

6 klasifikasi perilaku yang dapat dimasukkan sebagai dimensi eksternal maupun internal.

1. Perilaku Agresif
Sangat perusak, sikap cari perhatian yang berlebihan dan juga pemarah.

2. Perilaku Antisosial
Penolakan terhadap nilai-nilai umum dan sosial, tetapi menerima nilai-nilai dan aturan sesama teman kelompok, melakukan pelanggaran disekolah, penyalahgunaan obat-obatan.

3. Kecemasan/Menarik Diri
Kesadaran diri yang berlebihan, menyamaratakan perasaan, ketakutan, kecemasan yang tinggi, depresi yang dalam, terlalu sensitif dan mudah sekali malu.

4. Gangguan Pemusatan Perhatian
Sikap yang sering bingung, konsentrasi jelek dan impulsif.

5. Gangguan Gerak
Gelisah, ketidakmampuan untuk tenang, tingkat tekanan tinggi dan sangat banyak bicara.

6. Perilaku Psikotik
Mengungkapkan ide-ide yang aneh, bicara diulang-ulang, tidak sensitif, memperlihatkan sifat aneh.

***
Pendekatan-Pendekatan Teoritis bagi Kebutuhan Siswa yang Mengalami Gangguan Emosi dan Perilaku.

a. Pendekatan Biomedis

Pendekatan ini berusaha untuk menerangkan gangguan emosi dan tingkah laku dari sudut pandang kedokteran. Ketidaknormalan neurologis dan cidera neurologis sebagai penyebab gangguan ini. Strategi penanganan yang ditekankan dalam pendekatan ini yaitu penggunaan obat dan penanganan medis lainnya.

Guru dapat membantu siswa dan orang tua dalam mengatur penggunaan obat untuk siswa selama disekolah. Guru dapat pula membantu dengan mengawasi dan mencatat perubahan-perubahan siswa setelah mendapat penanganan medis.

b. Pendekatan Psikodinamik

Pendekatan ini menitikberatkan pada kehidupan psikologis siswa. Berusaha memahami dan memecahkan kesulitan-kesulitan yang difokuskan pada penyebab-penyebab hambatan Pendekatan ini juga terapi untuk merubah sikap negatif siswa ke arah yang lebih positif. Ini dilakukan oleh psikiater, psikolog, konselor dan sejenisnya.

c. Pendekatan Perilaku

Pendekatan ini berusaha untuk mengubah perilaku yang merupakan problematika secara sosial dan personal bagi siswa tersebut. Tujuannya adalah menghilangkan perilaku negatif dan menggantinya dengan perilaku yang lebih layak secara sosial.

d. Pendekatan Pendidikan

Jarang ditemukan seorang siswa dengan gangguan emosional dan tingkah laku mendapat prestasi baik secara akademis. Mereka biasanya tidak mampu berkonsentrasi dan mengatur pembelajaran diri mereka.
Sebaliknya, penanganan pembelajaran yang dapat membantu siswa berhasil secara akademis mungkin berdampak pada kehidupan emosi dan sikapnya. Suasana kelas yang baik dapat benar-benar menjadi lingkungan terapis.

e. Pendekatan Ekologi

Pendekatan ekologi menekankan perlunya pemahaman siswa ke dalam konteks kehidupan mereka secara total.
Pendekatan ini juga menekankan perlunya membantu siswa yang mengalami hambatan harus dilakukan melalui usaha-usaha kolaborasi keluarga, sekolah, teman dan masyarakat.

***
Cara Membantu Siswa Yang Mengalami Gangguan Emosi dan Tingkah Laku Agar Berhasil di Kelas Inklusif

1. Mengatasi Masalah-masalah Gangguan Emosi dan Tingkah Laku

Cara yang paling efektif dalam mengatasi masalah-masalah emosional dan perilaku dikelas adalah dengan mencegah terjadinya masalah ini. Sementara tidak semua masalah emosional dan perilaku dapat dicegah, suatu pendekatan proaktif jauh lebih efekif dibanding dengan cara yang semata-mata hanya merespon terhadap masalah. Cara ini juga memberikan hubungan yang saling memuaskan yang mungkin sebelumnya diterima dengan lebih negatif oleh siswa maupun guru.

Beberapa cara yang mungkin dapat meningkatkan perilaku positif siswa :

- Buatlah harapan-harapan pada emosi dan perilaku siswa yang Anda inginkan sejelas mungkin bagi mereka.
- Tunjukkan pada siswa bahwa Anda jujur dalam berhubungan dengan mereka.
- Berikan perhatian dan pengakuan kepada siswa atas sifat-sifat dan prestasi yang positif untuk dinyatakan pada siswa setiap hari.
- Buatlah contoh sikap, kebiasaan kerja dan hubungan yang positif.
- Persiapkan pola pengajaran da berikan kurikulum yang tersusun dengan baik.

2. Keterampilan Manajemen Diri

a. Pemantauan Diri

Pola pengajaran siswa agar sadar dan mencatat seberapa sering mereka tidak masuk kelas, jumlah waktu mereka bercakap-cakap, dan jumlah waktu mereka dalam mengerjakan tugas.

Pendekatan pemantauan diri mengajarkan siswa berkonsentrasi pada sikap-sikap tertentu dan mencatat frekuensi dan durasi dalam daftar periode waktu. Kemudian siswa dapat diajarkan menyusun tujuan-tujuan dalam mengurangi sifat-sifat yang negatif atau meningkatkan sifat-sifat positif.

b. Intervensi Diri

Setelah siswa sadar akan sikap mereka sendiri dan dampaknya terhadap orang lain, berikan mereka sebuah penguatan berupa pujian ataupun bintang, bisa juga penghargaan berupa sertifikat yang diperlihatkan pada orang tua siswa.

c. Pengarahan Diri

Latihan-latihan dalam mengajarkan mereka mengatasi masalah mungkin menjadi suasana yang kondusif bagi keberhasilan mereka di kelas inklusif.
Contohnya :
- Mengenal masalah (apa yang diminta untuk dikerjakan)
- Menciptakan solusi yang mungkin (cara apa yang saya pakai)
- Analisis solusi yang mungkin (dari berbagai macam cara, cara apa yang paling tepat)
- Berusaha memecahkan masalah (memilih suatu solusi yang dapat digunakan)
- Nilailah apakah solusi itu berhasil (apakah ini cara yang membantu untuk menyelesaikan tugas secara berhasil)

3. Penerapan Analisis Perilaku

Terkadang sikap-sikap negative siswa gangguan emosi dan tingkah laku sering muncul dan guru harus menganalisis sikap dasar sikap-sikap tersebut seperti :
- Seberapaseringkah perilaku itu muncul
- Kapan berakhirnya?
- Apa yang menyebabkan perilaku itu muncul
- Bagaimana asal mulanya
- Apakah perilaku ini berhubungan dengan mata pelajaran atau aktivitas tertentu di sekolah

4. Latihan Keterampilan Sosial

Program ini digunakan sebagai pendekatan pembelajaran tersusun bagi pengajaran kemampuan sosial.
Contohnya :
a. Peniruan/ modeling
b. Bermain peran/memperagakan
c. Umpan-balik Unjuk-kerja

Pertama siswa diberikan model-model sikap sosial yang positif. Peniruan ini digunakan bergantian oleh guru dan teman-temannya. Peniruan atau modeling diikuti dengan bermain peran. Umpan-balik dari bermain peran membuat siswa mengetahui hasilnya dengan baik, dia mendekati perilaku sosial yang telah menjadi model, kemudian siswa didukung dalam menerapkan kemampuan sosilanya pada kehidupan sehari-hari dikelas dan dirumah.

5. Partisipasi Keluarga

Peran keluarga pada siswa inklusi sangatlah penting. Tugas guru untuk mengundang dan mendorong supaya keluarga dari siswa yang mengalami gangguan emosi dan tingkah laku terlibat di kelas dan sekolah inklusif untuk memberikan dukungan serta memperhatikan kemajuan dari anak tersebut.

6. Latihan Perilaku-Kognisi

Menerapkan pada siswa untuk berpikir sebelum bertindak, dekati siswa dan tanyakan masalah dan perasaannya, pikirkan solusi masalah sebanyak mungkin, pikirkan lagi dan tanyakan pada siswa tentang alternatif solusi yang ditemukan oleh guru, dan cobalah terapkan solusi itu yang menurut guru benar.

Latihan ini memberikan harapan untuk menumbuhkan kasadaran atas sikap-sikap mereka terhadap orang lain dan konsekuensi bagi diri mereka.

7. Kolaborasi Teman Sebaya

Salah satu cara dalam meningkatkan hubungan positif diantara teman-teman dikelas inklusif adalah kerjasama teman sebaya. Bentuk kerjasamanya adalah memecahkan masalah bersama-sama, perantara teman untuk menengahi perbedaan-perbedaan dengan bersikap netral dikelas tersebut, dilatih dalam membantu pihak-pihak lain untuk menemukan solusi dari berbagai macam masalah dan pembagian tanggung jawab.

8. Sikap-sikap Guru Dalam Mengatur Kelas

a. Fleksibel Dalam Akademis
Mengetahui bahwa siswa belajar berbeda-beda dan pada tingkatan yang berbeda pula.

b. Fleksibel Dalam Perilaku
Berkeinginan untuk menangani siswa kearah kemampuan sikap dan sosial yang meningkat.

c. Sikap Humor
Mampu memperlihatkan sifat humornya dikelas dan bisa tertawa bersama dengan siswa oleh humor-humor tersebut tanpa keluar dari lingkungan pendidikan.

Guru perlu waspada akan kesulitan-kesulitan yang akan mereka hadapi pada anak gangguan emosional dan tingkah laku, baik segi akademis maupun sosial. Smith (1995) berpendapat bahwa 80% sampel siswa gangguan emosional dan tingkah laku memiliki kemampuan interaksi yang buruk dengan teman dikelas regular.

Jelaslah, ada ustu kebutuhan dalam berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik dalam menerima siswa-siswa ini kedalam kelas inklusif.
Definisi Gangguan Emosi dan Tingkah Laku
Disalin dari : Widyadara
Makalah Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Fakultas Ilmu Pendidikan
Pendidikan Luar Biasa (PLB) 2010
copyright By: Arie Pinoci

0 komentar em “Definisi Gangguan Emosi dan Tingkah Laku”

Poskan Komentar