Warung Bebas

Minggu, 23 Desember 2012

Isa Al-Masih AS Berdasarkan Al-Qur'anul Karim

Isa Al-Masih 'Alaihi Salam Berdasarkan Al-Qur'anul Karim: Menjelang akhir tahun atau bulan desember, seringkali banyak pertanyaan dan perbedaan pendapat tentang "Hukum Mengucapan Selamat Natal menurut Islam". Dan selalu ada dua pendapat berbeda dari para Ulama, antara yang memperbolehkan dan juga yang melarang atau meng-Haram-kan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada umat Nasrani.

Jujur, setelah googling mencari info tentang hukum mengucapkan selamat natal menurut islam ini, antara diperbolehkan dan di-haram-kan yang masih jadi perdebatan. Tapi ada satu artikel menarik yang mungkin berhubungan dengan ucapan natal menurut islam tentang cerita Nabi Isa Al-Masih AS menurut Al Qur'an berikut.

Isa Al-Masih AS Berdasarkan Al-Qur'anul Karim

Isa Al-Masih 'Alaihi Salam berdasarkan Al-Qur'anul Karim, agar kita mampu memposisikan beliau sebagai hamba Allah yang terpuji dan terpilih, bukan sebagai salah seorang Tuhan dari berbagai macam tuhan yang disembah:

1. Al-Masih Isa Ibnu Maryam adalah makhluk Allah SWT

Allah berfirman dalam surat Ali Imran:
"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), Maka jadilah Dia (apa yang telah Kami ceritakan itu), Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu Termasuk orang-orang yang ragu-ragu." (Qs Ali Imran 59-60)

2. Al-Masih adalah Seorang Rasul dan Ibunya adalah Seorang yang Benar

"Al-masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan[1]. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." (Qs Al-Ma'idah 75).

3. Nabi Isa tidak Mengajarkan Allah Mempunyai Anak

Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?".
Isa menjawab:
"Maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya Yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan Aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu". (Qs Al-Ma'idah 116-117)

4. Orang yang Mengatakan Allah Punya Anak adalah Kafir

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-masih putra Maryam", Padahal Al-masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs Al-Ma'idah 72-74).

5. Langit - Bumi dan Gunung Murka karena Yahudi dan Nashara Berkata Allah Punya Anak

Allah SWT berfirman:
"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al-masih itu putra Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al-masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (Qs At Taubah 30-31).

"Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena Ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (Qs Maryam 88-93)

6. Isa Al-Masih Sejak dalam Buaian Mengatakan Dirinya Hamba Allah Sampai Beliau Wafat

"Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. mereka berkata: "Bagaimana Kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam buayan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan Perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha suci Dia. apabila Dia telah menetapkan sesuatu, Maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", Maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, Maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. ini adalah jalan yang lurus." (Qs Maryam 30-36).

Berdasarkan ayat-ayat di atas, sebagai seorang Muslim/Muslimah tidak selayaknya mengikuti budaya orang-orang kafir dari ahli kitab dan kaum musyrikin yang mendakwa Allah mempunyai anak. Itu adalah perbuatan kafir dan syirik, yang menyebabkan seseorang dijerumuskan ke dalam neraka Jahanam.

Demikian pula mengucapkan selamat hari natal kepada mereka yang meyakini Isa Al-Masih sebagai  anak Allah atau salah satu tuhan dari tiga tuhan (Allah bapa, Bunda Maria dan Yesus Kristus), menunjukkan keridhaan kepada mereka dan merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan perbuatan itu akan menjerumuskan ke neraka karena mereka  menolak beriman kepada Rasulullah Saw. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Ra. ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

"Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tiada seorang pun di kalangan ummat ini yang mendengar (ajaran)ku baik dari golongan Yahudi maupun Nashrani kemudian ia mati sementara ia tidak beriman dengan risalah yang aku bawa (Islam) kecuali ia akan mati menjadi penghuni neraka." (HR Muslim, no.153) Imam Al-Qurthuby, Al-Jaami' li ahkaamil Qur'an, 3/18.

Itulah sedikit info dan penjelasan yang mungkin bisa jadi kesimpulan tentang Hukum Mengucapan Selamat Natal menurut Islam dilihat dari cerita Isa Al-Masih AS Berdasarkan Al-Qur'anul Karim diatas. Sedangkan untuk ucapan natal itu kembali kepada masing-masing para umat muslim sendiri, mau mengucapkan atau tidak. Disalin Arie Pinoci. Sumber referensi: http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/12/23/17155/bantahan-terhadap-fatwa-qardhawi-yang-bolehkan-ucapan-selamat-natal/

0 komentar em “Isa Al-Masih AS Berdasarkan Al-Qur'anul Karim”

Poskan Komentar